Tampilkan postingan dengan label bawah sadar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bawah sadar. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2012

m e d i t a s i


Meditasi memiliki berbagai peran sekaligus fungsi dalam spiritualitas, dapat menjadi sarana untuk menelaah kembali apa yang telah kita alami ataupun sarana untuk menggali pencerahan-pencerahan dan pembaharuan apa yang sekiranya akan kita alami, baik yang direncanakan ataupun tidak.

Pertama, meditasi dapat mengantarkan diri memasuki keheningan batin.  Dimana dalam keadaan batin yang hening ini, kita senantiasa mampu membaca kembali rasa pengalaman hidup kita, yang selanjutnya membawa kita untuk instropeksi diri.  Apabila dengan jujur dan segala kerendahan hati kita mampu melihat diri kita sendiri, dapat dipastikan kita mampu memaknai setiap pengalaman hidup yang datang.

Kedua, melalui meditasi ini kita mampu untuk memproyeksikan pengalaman ke depan apa yang ingin dijalani.  Secara logika, pengalaman-pengalaman hidup yang telah lalu terekam dalam memori kita, ada kejadian berulang atau repetisi, ingatan tentang rasa ketika mengalami kejadian tersebut, serta efek berkelanjutan (sebab-akibat) dari pengalaman-pengalaman tersebut.  Hal-hal ini seperti terulang cepat dalam ingatan dan membuat kesimpulannya masing-masing, apakah kita akan mengulangi kejadian yang sama lagi atau tidak beserta pertimbangan segala resikonya.  Dari sinilah, kita akan mampu memproyeksikan ataupun memprediksikan pengalaman ke depan yang akan terjadi bahkan pengalaman yang ingin kita jalani sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

Dan pamungkasnya, niat-niat positif untuk menjalani hidup dalam damai dan dalam cinta selalu menjadi cara paling baik dan aman untuk menikmati kebahagiaan dalam perjalanan kehidupan  spiritual abadi kita.




Take a moment today and purposefully connect with  your Higher Self.  It is the part of you that is always connected with Source.  It is filled with love, compassion and wisdom.  It holds no judgement or fear.  It is you in your purest from of light.
~ Laurel Bleadon-Maffei ~

Inspirasi : Bapak Sony H. Waluyo 


Rabu, 31 Oktober 2012

Nembah Rasa & Mulat Sarira



"Nembah Rasa" & "Mulat Sarira" pada intinya mengajarkan pembiasaan diri untuk merefleksikan semua kejadian ke dalam diri.

Nembah Rasa
dilakukan dengan mencermati setiap rasa pengalaman hidup untuk melihat mana perilaku yang berbuah rasa asem, manis, kecut, dan lainnya, sehingga terlatih kepekaan dalam merasakan pengalaman-pengalaman hidup.

Mulat Sarira
(mengenali diri sendiri), kepekaan dan ketajaman melalui olah rasa akan menjadikan seseorang lebih mudah mengenali dirinya sendiri, yakni apa yang dipikirkan, apa yang dikerjakan dan apa yang dengan sukacita dikerjakan untuk pengembangan potensi diri.

Pengembangan diri dengan rasa suka cita akan membuat orang mencintai berkarya dengan tekun, cermat dan cara indah berseni. Rasa suka cita dalam berkarya juga memudahkan untuk lebih jernih batinnya (karena tidak lagi hobi mengeluh dan marah-marah melainkan suka cita dalam setiap pekerjaannya) yang dengan sendirinya akan menghantarkan pada pembentukan intuisi yang tajam. Intuisi atau hati nurani tak lain adalah bentuk keterhubungan hati/jiwa dengan Kesadaran Ilahi, yang artinya selanjutnya mampu menjalani hidup sehari-hari dan berkarya sebagai bagian dari Maha Karya Agung Penciptaan yang terus-menerus berlangsung tiada berkesudahan.


 
♥ Not everyone “hears” our voices as audible sounds. Many people receive Divine messages through nonverbal means, such as visions, feelings, or a knowingness ♥



Salinan dari tulisan Bapak Sony H. Waluyo...
Terima kasih selalu membawa pencerahan dan inspirasi,
cintai... dan bercahayalah!
~love & light~


Jumat, 27 Januari 2012

si kecil hitamku


kecil...
masih segar dalam sadarku ketika pertama kali kita bertemu
sudah lama sekali, saat ku berumur 4 atau 5 tahun...
sosok yang kecil, mungil, hitam polos misterius
dengan raut muka yang terlihat miris namun penurut

kecil...
tidak tau aku siapa kamu,
tidak tau aku darimana asalmu,
tidak tau aku alasan hadirmu...
mungkin kamu dikirimkan untuk menemaniku
atau mungkin kamu diutus untuk menjagaku...

kecil...
kamu memang tidak pernah berbicara
namun kamu selalu mendengarkan aku
tidak marah ketika aku tidak mau melihatmu
tidak marah ketika aku minta kamu untuk menjauh dariku

kecil...
dulu aku sangat peka akan hadirmu
aku tau kamu selalu berada di dekatku
sampai saat aku harus beranjak beratus-ratus kilometer jauhnya
kamu tetap mengikuti!

kecil...
maafkan akan ketakutanku saat itu
maafkan karena aku memilih untuk sendiri
maafkan sudah memintamu untuk pergi saat itu
aku tau kamu sangat sedih saat itu
tapi itu pilihanku ketika itu

kecil...
aku yakin kamu masih mendengarku
karena aku tau sebenarnya kamu selalu dekat
terima kasih selalu berada tidak jauh
walaupun kamu tidak mau terlihat olehku

kecil...
sekarang, aku ingin seperti dulu
melihatmu dan melempar senyum kepadamu
datang kembali dekatku, tidak apa-apa
aku tidak ingin memintamu pergi lagi
namun, kecil, cukup sadarkan aku selalu
untuk dapat menerima berkat Yang Illahi ini dengan segala kepasrahan
agar semesta pun merestui karunia padaku ini
dan menjadi aku yang seutuhnya, dalam dimensi apapun

terima kasih, kecil...
telah memberi waktu bawah sadarku
apabila saatnya tiba
akupun ingin dapat mendengar celotehanmu
teman setiaku...!