Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

kata - kata


Pembelajaran dari Bapak Henky Kuntarto :
Kata-kata memiliki kekuatan, dan kekuasaan untuk mengatur energi atau arah yang kita pilih dalam hidup kita. Jika kita selalu mengatakan hal-hal baik dan positif, maka hal-hal baik dan (pengalaman) positif yang akan terjadi pada kita. Kata-kata positif memberi kita kesempatan untuk mengalami kehidupan dari sudut pandang positif atau optimis. Sebaliknya, di sisi lain, jika ucapan-ucapan kita berasal dari sisi negatif dan mengatakan hal-hal negatif, maka hal-hal negatif itulah yang akan terjadi pada kita atau kita akan melihat kehidupan sebagai satu masalah besar atau suatu kekecewaan.
Ya!  Kok gw setuju sekali dengan statement tersebut ya... Lebih dari 8 tahun yang lalu gw mulai bener-bener menyadari bahwa "kata-kata" itu memang bisa menjadi doa yang mujarab, senjata yang ampuh!  Kejadian serta pengalaman hidup apa yang jadi tonggak kesadaran ini (milestone), gw lupa... Tapi sejak saat itu, gw mulai membawa setiap kesadaran, pikiran dan doa dalam setiap perkataan yang diucapkan. Mulai berhati-hati dalam berkata-kata. Sekuat hati dan tenaga berusaha selalu mengeluarkan kata-kata yang positif dan menahan kata-kata negatif keluar dari mulut dan terucap.
Jadi sejak itu prinsip gw, "Kata-kata adalah Doa".  Jangankan terlontar dalam ucapan, masih dalam hati dan pikiran aja sudah merupakan doa, sudah bisa mengubah arah energi dan situasi yang terjadi, apalagi jika sudah diucapkan..!?  Pasti lebih dashyat efeknya, karena ada orang lain (dan malaikat) yang mendengar... Energi dari mereka turut mendukung perwujudan setiap kata-kata kita, tanpa disadari sekalipun.  Masih ingetkan salah satu jargon ini, "Mulutmu, harimaumu..!!".
Baik ataupun buruk kata-kata yang terucap, positif atau negatif pikiran dan hati bicara... Hati-hati! Semua dapat terwujud entah seketika saat itu juga, ataupun beberapa waktu kemudian. Hal ini menjadi sangat berarti, ketika kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingat bagaimana respon kita saat sedang jengkel dengan bawahan atau orang suruhan... "Gimana sih, kerja begini aja gak becus, bego banget deh!"  Atau ketika sedang di jalanan ada orang menabrak kita, "Tolol! Mata lo buta ya!? Pake otaknya kalo jalan dong, jangan main asal seruduk aja..!!"  Nah loooh...!? Hiiiyyyy... Sumpah serapah itu menakutkan!  Yang tidak bersangkutan aja gak enak rasa hatinya kalau mendengar hal ini, apalagi dia yang harus menerima kata-kata ini...  Sedih. So, jangan lagi yaa... Semua bisa berubah hanya dengan berkata-kata...
Semoga kita yang dianugerahi akal budi, pikiran dan hati yang baik, senantiasa berkata-kata yang baik pula. Dengan begitu kita memiliki dan berbagi energi yang positif, yang baik... Tuhan memberkati setiap usaha kita.


Rabu, 23 Januari 2013

catatan pagi tadi...




Waktu kembali berputar… menghampiri hidup yang terus berlanjut…  Pagi ini cuaca cerah, udara pun segar.  Rutinitas pagi pun terlaksana, sampai ketika ada celoteh kecil terdengar merintih…  “Maammmiiii…!”   Tepat setelah masakan matang, sarapan tersedia, bekal sekolah si kecil selesai disiapkan.  Aktivitas terhenti sementara, diri terfokus pada sumber suara yang memanggil.  Jeanne, malaikat kecilku!  Sudah hari ketiga dia batuk.  Kemaren malah tidak bersekolah karena kondisi tubuh yang melemah…  Kasihan.  Pikirku, aaah…, selagi mentari pagi bersahabat, sangat sehat untuk menghujani tubuh mungilnya dengan pancaran sinar hangat yang tumpah ke bumi pertiwi ini…  Dengan lantunan doa dalam hati, semoga anakku cepat sembuh yaa…  Akhirnya, ku gendong dia ke depan rumah, untuk menikmati hangatnya sapaan sang mentari pagi.  Terima kasih, Tuhan…  Berkatmu yang hangat pagi ini, semoga dapat segera memulihkan kesehatan anakku…
Seperti tidak mau lepas dari pelukan, Jeanne nyaman sekali dengan gendongan ini.  Bobot tubuhnya yang semakin berat, seiring dengan umur dan tumbuh kembangnya, membuatku tidak dapat terlalu lama memanjakannya.  Entah apa yang terlintas dalam benak gadis kecil cantik ini, sambil menghujani wajahku dengan kecupan bertubi-tubi, dia seperti mencurahkan perasaannya…
 

Mami…, aku sukaaa sekali sama Mami…  Aku sayaaaang sama mami.  Aku kepengen mami di rumah terus nemenin aku, papi aja yang kerja, mami main sama aku…  Mami kan sahabat aku…
Speechless sejenak…  Mencoba memahami pikiran dan perasaannya…  Sampai-sampai awalnya tidak sangka, kalau ternyata suami mendokumentasikan momen saya dan si kecil pagi ini.  Terucap doa dalam hati, puji syukur atas anugerah cinta Tuhan kepada keluarga kami melalui buah hati kami ini.  Terima kasih untuk pagi cerah nan indah ini…  Semoga Tuhan selalu melindungi keluarga kecil kami.  Amin.




Senin, 21 Januari 2013

DOA IMAN dan PERSEMBAHAN HATI


**dahulu**

Dengan segala persiapan, ketiga orang bijaksana itu menempuh perjalanan yang jauh demi pencarian yang mereka rindukan.  Mereka siap mempersembahkan harta benda miliknya kepada Anak yang dirindukan, yakni emas, kemenyan dan mur.  Mereka adalah Gaspar, Balthazar dan Melchior.

**kini**

Persembahan apa yang dapat kita persembahkan bagi Anak itu, Anak yang juga senantiasa kita rindukan, Anak yang seharusnya selalu menjadi panutan kita, Anak yang juga Bapa dan Putera dan Roh Kudus...  Jawabnya adalah Hati, persembahan yang paling berharga yang dapat kita berikan.  Semoga iman kita yang walaupun sulit menjadi besar sebesar biji sesawi, namun semakin diberkati dan dapat menjadi berkat bagi sesama kita...



DOA  TAHUN  IMAN  2013
Keuskupan Agung Jakarta

Ya Allah Tritunggal Maha Kudus,
Bapa, Putera dan Roh Kudus,
kami umat-Mu bersyukur atas karunia iman
yang membawa kami pada keselamatan.

Semoga setiap kali merayakan Ekaristi,
iman kami semakin diteguhkan.
Semoga iman kami mendorong kami
untuk mewujudkan persaudaraan dengan sesama
dan melayani dengan tulus dan rendah hati.

Semoga kami tekun mendalami iman
dan makin meyakini Tuhan Yesus Kristus
sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup kami.

Bunda Maria, bunda kami semua,
doakanlah kami agar kami makin setia pada Puteramu
dan makin berbakti kepada masyarakat dan bangsa.

Demi Kristus, Tuhan kami.  Amin.


note :
Pastoralia Hari Raya Penampakan Tuhan
Paroki Keluarga Kudus Ps. Minggu / 6 Januari 2013

Jumat, 23 November 2012

hati yang lain...


SMS hari ini :

(me) Sibuk ngga?

(ss) Not really, just bad day!

(me) Butuh telingaku untuk mendengar ceritamu?

(ss) I’d love to, Darl… But I need time for myself first.  I’m not feel well either, my ‘ex’ is married today…


My God!  Engga sampai hati tau ini…  Tiba-tiba ikutan sedih banget, sakit hati.  Mungkin karena rasa sayang gw ke dia yang engga pernah hilang — yaah, walaupun timbul-tenggelam, :p — gw selalu aja punya feeling untuk spontan hubungi dia.  Dan emang, setiap tiba-tiba gw kontak, pasti adaaaa ajaaa ceritanya, masalahnya…  Pernah seketika gw telepon, dia bilang kok gw tau aja kalo lagi dipikirin!  Lain waktu pernah juga, gw whatsApp dia, gw tanya apakah dia baik-baik aja?  Beneran, taunya dia lagi sakit!  What a thing…!  Kali ini gw sms.., dan itulah masalahnya…

Sesuai dengan pintanya, gw engga langsung telepon dia saat itu juga.  Sekitaran malam jam 7 gw baru telepon dia.  Yaah, paling engga untuk tau dia baik-baik aja, udah sampai di rumah apa belum…  Ternyata, he back home yet!  Lagi bener-bener gundah, engga pengen pulang ke rumah, tapi engga tau mau kemana!?  Dia bilang sakit hati, jengkel, berasa pengen teriaaakk..!!  Dan dengan cepat cerita bergulir dari mulutnya…  Detail kejadian 2 hari belakangan ini dia curhatin ke gw…  Perasaan campur aduk yang menderanya pun dia tumpahkan saat itu.  Wooh… Gw pengen ada disampingnya, engga cuma lewat telepon doang kaya gini…  Aahhh, pengen meluk dia jadinya!

Buat gw, dia engga cuma teman doang… Tapi menurut gw engga tepat kalo gw bilang sahabat, apalagi pacar…  Apa ya!?  Yang jelas gw dulu pernah suka dia — dreamed that he become my man –, teman-teman pun beranggapan kita punya hubungan yang special karena kedekatan kita, but it happened long years ago!  Ternyata, dia sudah beristri dan beranak satu pula!  Kenyataan itu mengharuskan aku perlahan-lahan mundur teratur, kembali membuang perasaan yang terlanjur muncul di hati.  Itu awal 2006, sebelum bertemu dengan pendamping hidup saat ini.  Engga tau kenapa, setiap gw udah tidak mikirin dan berhasil melupakannya, pasti ketemu dia!  Pernah lagi nongkrong di Tebet… eeeh, ada yang manggil gw… Ternyata dia!  Akhirnya kita ngobrol sebentar…  Pernah juga pas gw lagi nyebrang jalan di Saharjo, ada motor lewat yang tiba-tiba berhenti deket gw, otomatis gw cuekin, gw jalan terus, laah engga tau siapa!?  Engga lama tuh orang manggil-manggil, setelah dia buka helm baru deh gw tau siapa…  Then, nyempetin beberapa menit untuk ngobrol di pinggir jalan…   Sampai pada ketika handphone gw hilang, nomor kontak pun raib termasuk dia juga.  Engga gw cari tau lagi dari temen-temen nomor telepon dia, pikir gw, biarin aja deh, biar gw juga engga tergoda untuk telepon dia, hahaha…  Taunya, dia malah telepon gw!!  Dia pas lagi ada kerjaan deket kantor gw, dia telepon ngajak makan siang bareng…  Sepertinya ruang dan waktu enggan untuk mengijinkan gw ngelupain dia!

Dalam hubungan kita ini, lebih banyak dia yang cerita masalahnya ke gw… Masalah kerjaan, keuangan, relasi teman dsb., bahkan masalah keluarganya!  Awal-awalnya sih cerita yang terakhir (keluarga) cuma yang positif-positif aja, atau masalah anak.  Sampai suatu waktu gw pernah nembak dia, pas gw punya feeling dia lagi ada masalah di rumah!  Gw berasa ada yang engga beres aja ama hidupnya…  Bener aja!  Istrinya minta cerai!!  Oh, no..!  Akhirnya dia cerai ama istrinya 18 Agustus 2011.  Hadooh… Kasian juga, padahal anaknya udah 2, lengkap cowo-cewe.  Gila ya dunia, laki-laki mana yang engga ‘down’ ditinggal istrinya begitu?  Terlebih lagi, hari ini mantan istrinya itu nikah lagi.  Baru aja tahun lalu resmi cerai…  Oooh, kasiannya duda keren yang satu ini!  Hehehe…

Seperti saat ini,
ketika laramu tiba
Tulus hati ingin di dekatmu,
merengkuhmu dalam pelukan
Namun tiada mumpuni,
karena jarak yang berbeda
Membuat jiwa menangis semu,
tanpa daya penuh impian…

Yaaah..., mungkin gw sayang, gw cinta, tapi waktu ini bukan untukmu…  Perhatian dan perasaan gw terhadapmu tidak boleh lebih banyak daripada ke suami dan anak gw saat ini,  kalo gw meninggalkan mereka, sama aja dong gw kaya mantan istrimu itu?  Maafkan gw yaa…  Masa ini tidak berpihak untuk kita, kalo aja status dudamu itu melekat sebelum gw mengikrarkan janji suci sehidup-semati dengannya, mungkin gw tulus untukmu!  Remember, love doesn’t need to be perfect, it just needs to be true…  I never forget you anymore!





Rabu, 31 Oktober 2012

Nembah Rasa & Mulat Sarira



"Nembah Rasa" & "Mulat Sarira" pada intinya mengajarkan pembiasaan diri untuk merefleksikan semua kejadian ke dalam diri.

Nembah Rasa
dilakukan dengan mencermati setiap rasa pengalaman hidup untuk melihat mana perilaku yang berbuah rasa asem, manis, kecut, dan lainnya, sehingga terlatih kepekaan dalam merasakan pengalaman-pengalaman hidup.

Mulat Sarira
(mengenali diri sendiri), kepekaan dan ketajaman melalui olah rasa akan menjadikan seseorang lebih mudah mengenali dirinya sendiri, yakni apa yang dipikirkan, apa yang dikerjakan dan apa yang dengan sukacita dikerjakan untuk pengembangan potensi diri.

Pengembangan diri dengan rasa suka cita akan membuat orang mencintai berkarya dengan tekun, cermat dan cara indah berseni. Rasa suka cita dalam berkarya juga memudahkan untuk lebih jernih batinnya (karena tidak lagi hobi mengeluh dan marah-marah melainkan suka cita dalam setiap pekerjaannya) yang dengan sendirinya akan menghantarkan pada pembentukan intuisi yang tajam. Intuisi atau hati nurani tak lain adalah bentuk keterhubungan hati/jiwa dengan Kesadaran Ilahi, yang artinya selanjutnya mampu menjalani hidup sehari-hari dan berkarya sebagai bagian dari Maha Karya Agung Penciptaan yang terus-menerus berlangsung tiada berkesudahan.


 
♥ Not everyone “hears” our voices as audible sounds. Many people receive Divine messages through nonverbal means, such as visions, feelings, or a knowingness ♥



Salinan dari tulisan Bapak Sony H. Waluyo...
Terima kasih selalu membawa pencerahan dan inspirasi,
cintai... dan bercahayalah!
~love & light~


Kamis, 26 Januari 2012

Gembok Cinta


Bagi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, pasti sudah pernah mengunjungi tempat ini... Tempat yang ramai pengunjungnya, baik tua, muda, kakek-nenek, anak-anak, dsb.  Memang lokasinya di tepi laut, wilayah Jakarta Utara, dan diperuntukkan sebagai tempat rekreasi... Pada tauuu kaaan?  Iya, betul, Ancol!

Pada suatu kesempatan yang silam, saya dan keluarga berwisata ke sana.  Niatnya cuma jalan-jalan pagi dan ngajak si kecil bermain pasir (dan air) di pantai.  Ketika menyusuri jalan mengikuti arus orang yang juga lalu lalang menikmati udara pagi di pantai ini, tibalah kami di salah satu jembatannya.  Kalo engga salah ada yang menyebutnya 'Le Bridge" deh... Eeh, tunggu dulu, apa itu nama restaurant yang ada di situ ya!? Lupa... 

"Le Bridge"


Nah, yang mau saya ceritakan di sini, saya tiba salah satu sisi jembatan yang disebut dengan Dermaga Hati. Tertulis pada kayu besar berbentuk hati, dermaga hati.  Di tempat ini ada rantai panjang yang diletakkan di pagar jembatan. Pada rantai tersebut tergantung banyak gembok-gembok berbagai macam ukuran. Setelah dilihat lebih teliti kawanan gembok tersebut, ternyata ada nama pasangan-pasangan tertulis pada masing-masing gemboknya.  Ada tulisan pada salah satu papannya, yang kurang lebih isinya begini : apabila ada pasangan (saling mencintai/pacaran) menuliskan nama mereka pada gembok yang mereka bawa, kemudian gembok dipasang (keadaan terkunci) pada rantai yang tersedia dan kuncinya dibuang ke laut, maka niscaya hubungan mereka akan berlangsung selamanya...!  Waaaahh, mitos nih!  Pinter aja ya orang (dalam) Ancol membuat mitos begini.  Pasti sasarannya emang orang yang lagi kasmaran/pacaran gitu deh... Yang lagi dimabuk kepayang oleh cinta dan akal sehat menghilang...  :)

Terserah deh kalian mau percaya apa engga, kalo saya engga!  Hehehe... Toh, dermaga itu baru ada beberapa tahun belakangan ini kan, bukan suatu hal yang legendaris apalagi dibuktikan kebenarannya.  Mungkin itu cuma salah satu trik bagaimana menarik pengunjung ke sana aja...  Salut ama yang pinter bikin-bikin mitos kaya begini!  Kalo di facebook, saya kasih jempol deh!  

Akhirnya, saya dan suami hanya berfoto saja di sana, setelah mencoba menghitung berapa banyak gembok yang tergantung di rantai dermaga hati (waktu itu jumlah gemboknya sudah melebihi angka 100, tepatnya malah lupa).  Kurang kerjaan banget ya?  Hahahaha...  :))


~ Gembok Cinta di Dermaga Hati ~



Selasa, 01 November 2011

versus hati :


MELIRIK
ganteng - enggak - ganteng - enggak - lumayanlaaah...

DIHAMPIRI
dag - dig - dug - dag - dig - dug - deeer...

DIAJAK KENALAN
iya - enggak - iya - enggak - iya - enggak - iya...

DIMINTA NOMOR HP
kasih - jangan - kasih - jangan - kasih aja deh!

DITELPON
answer - reject - answer - reject - answer, finally!

DIAJAK JALAN
mau - enggak - mau - enggak - mau... yah, buat hiburan...

DIAJAK MAKAN
lumayan... gratis!

DICIUM
iya - enggak - iya - enggak - pipi aja loh ya, cipika-cipiki..!

DIAJAK BERCINTA
guaaappplloooookkkk...!!!

Senin, 31 Oktober 2011

so unique!

ya... kamu!!
memang kamu itu... sangat unik! kalo boleh malah ku bilang 'aneh'..!!

yang susah untuk bangun pagi hingga alarm berkali-kali hidup-mati-hidup...
badan gempal yang malas bergerak...
lebih senang duduk lama atau tiduran mbesarin perut yang semakin membuncit...
apalagi kalo abis makan terus nonton tivi...
yang tahan berlama-lama di depan komputer ataupun handphone untuk browsing...
yang kuat dengan durasi tidur siang yang lamaaaaa deh...
yang cuek dengan keadaan rumah, berantakan kek... bersih kek... ga peduli!
yang gak malu kerja atau jalan ke mall make baju yang engga disetrika...
yang jaraaaaaang sekali mengekspresikan rasa sayang...
yang tidak pernah sharing masalah apapun yang membebani pikirannya...
yang lebih sering egois dan kurang memikirkan kebutuhan orang lain
(paling sering masalah makanan... bodo amat yang lain udah makan apa belom, yang penting sikaaat!!)
yang bisa bertahan dengan kehidupan monoton dengan hanya sedikit variasi...
yang sangat sedikit sekali dengan inisiatif-inisiatif yang inovatif...
yang lebih senang berpangku tangan dan menunggu...
lelaki dengan daya juang minim... pemalas...
aku benci itu semua dari kamu!

tapi, di luar daripada itu...
cuma kamu yang mau diminta tolong nyapu dan ngepel rumah...
cuma kamu yang rajin mencuci baju setiap sabtu pagi...
cuma kamu yang mau nyuci dan nyetrika bajunya sendiri...
cuma kamu yang nggak komplen disediain makan apa aja, malah terkadang nggak disediain!
cuma kamu yang mau mandiin si putri kecil setiap sabtu-minggu...
cuma kamu yang telaten nyuapin dia juga sambil ngajak main...
cuma kamu yang rela bangun tengah malam bikin susunya...
cuma kamu juga yang tahan kalo aku ngambek dan marah-marah...
(sampe terkadang malah nggak direspon sama sekali)
cuma kamu yang ngijinin aku kerja berhari-hari di luar kota...
cuma kamu yang nggak pernah menuntut macam-macam dari aku...

bingung! capek!
karena aku bersyukur dengan semua itu...
tapi aku juga lelah dengan semua itu...
aku bukanlah robot yang hanya punya tombol on dan off...
aku manusia yang punya hati dan perasaan juga keinginan, impian...
aku wanita yang senantiasa ingin diperhatikan oleh orang yang dicinta...
bagaimana aku harus membalas cinta dan kasih sayangmu,
sementara aku nggak tau bagaimana caramu mencintaiku?
hampa... gundah hati... entah sampai kapan...


www. galau.com

Senin, 14 Juni 2010

sajak cinta satu :

with my heart, my soul,
and let it be my pilot .....
poetry by me, for someone special
sent via e-mail on Saturday, September 16th, 2006; 06:56 PM


Dear,

Aku ga peduli untuk setiap prasangka yang kamu lontarkan,
entah itu salah atau benar adanya,
yang pernah atau tidak sama sekali dibantah,
biar hati dan nuranimu yang memilih.

Tapi aku berusaha jujur dengan perasaanku sendiri,
melakukan yang aku inginkan,
tanpa pernah berpikir sebelumnya,
apakah hatimu menerimanya atau tidak.

Biar ku coba telusuri hati ini,
apa yang benar-benar dirasakannya,
apa yang sangat diimpikannya,
apa yang selalu didambanya.

Biar jiwa mengerti jawabnya,
mengapa harus memberi senyuman,
di setiap hembusan nafas yang terasa berat,
di sela-sela perih yang menyiksa.

Keyakinanku semua pasti berhenti,
apabila waktu telah memintanya,
dimana aku harus dapat bertahan,
untuk melanjutkan langkah jalan yang tersisa.

Entah apa yang terbawa bersamanya,
apakah bahagia atau kecewa,
apakah tawa riang atau tangisan,
aku janji untuk selalu kuat menerimanya.

Cinta memang hadir sendiri tanpa terduga,
akal sehat pun dikalahkannya,
walaupun suatu saat nanti,
dia bisa saja sekejap meninggalkanmu.

Namun semua pasti akan terganti,
seiring dengan terbitnya matahari,
tanda hati siap dengan suasana baru,
yang tidak pernah lelah menuntunmu.....


Dear,
jangan khawatir ya, kamu bukan tameng ataupun pelarian aku kok
jangan pernah bicara seperti itu lagi, aku gak suka, bener-bener gak suka
karena aku gak pernah berpikiran sampai ke sana
sepertinya aku sudah tau harus berbuat apa
walaupun ternyata itu salah, tapi aku akan tetap mencobanya
terima kasih untuk waktunya, seminggu yang menyenangkan
terima kasih sudah mencoba untuk mengenal dan mengerti aku
bahwa setiap pribadi lebih berharga daripada seluruh dunia
merupakan penghargaan yang tak ternilai hebatnya
pesanku, belajar berkata 'TIDAK' itu perlu
karena suatu saat kamu harus berani melakukannya
senang bisa mengenal kamu...

dari : Gadis kecilmu...

Minggu, 13 September 2009

Padang Gurun Kehidupan


"Mata hanya senantiasa memandang luasnya gurun, namun hati dapat melihat berakhirnya gurun..."
















Hidup yang gersang,
hidup yang gagal,
hidup yang dilanda duka derita,
hidup yang dilanda rasa kecewa,
hidup yang tidak aman,
hidup yang tersingkirkan,
hidup di dalam penindasan,
hidup di bawah kekerasan.

Hati yang diliputi rasa bahagia di tengah malapetaka,
hati yang tentram di tengah hingar-bingar dunia,
hati yang tertambat pada Tuhan ditengah keraguan hidup,
hati yang tabah menghadapi segala tantangan.

Tuhan.....
hatiku ini sama seperti tanah yang tertinggal gersang
tetapi dari dalam lubuk senantiasa beriak air yang segar
Tuhan.....
rahmat-Mu kuharapkan untuk hatiku yang gersang
aku menghasratkan hidup, hatiku menghasratkan-Mu.


Dipersembahkan untuk kakak ipar dan gadis kecilnya,
semoga kalian senantiasa dikuatkan dan ditabahkan dalam menjalani hidup.
Tuhan memberkati...  (RIP. Lukas Utoro - 4 Agustus 2009)