Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

tiga puluh enam

Selamat Ulang Tahun, Papi Dodo...

Panjang umur dan sehat selalu ya, biar bisa nemenin Mami terus untuk menjaga malaikat kecil kita, Jeanne...

Jangan patah semangat untuk lebih hebat dan sukses, supaya hidup sejahtera lahir-batin dan bisa mengajak Mami dan Jeanne jalan-jalan ke Eropa atau bahkan keliling dunia...

Lebih kuat dan sabar dalam hidup, karena Papi lah tempat Mami mengadu dan bersandar ketika duka melanda...

Lebih bersyukur dan bijaksana, karena Papi lah tempat Mami mencurahkan seluruh sukacita hidup ini...

Semoga Tuhan menyertai dan selalu melindungi setiap langkah hidup Papi, hidup kita. I love you more, Pi..!!

Peluk cium penuh cinta,
Mami.

Selasa, 07 Mei 2013

rasa dan dosa


Cinta.
Adalah satu kata yang dapat menghubungkan ‘rasa’ dan ‘dosa’.
Jika mencintaimu adalah sebuah dosa, maka kamu adalah dosa terindah di dalam hidupku…  
Kita tidak bisa memilih ketika rasa cinta itu hadir, terhadap siapa pun, kapan pun, dimana pun… Tidak usah kau rencanakan hadirnya cinta, dia bisa datang sendiri, bahkan bisa menghilang sendiri seiring dengan berjalannya waktu…  –kaya jelangkung juga… datang tak diundang, pulang tak diantar… hiiyyy!–  Bagaimana rasanya jika cinta itu menghampiri?  Menggebu-gebu seperti deburan ombak yang siap menghanyutkan butiran pasir, seperti kita yang terbius dan terlena sehingga pikiran ini mengalahkan logika…  Sakit tak tertahankan menusuk kalbu karena merindu… Meluap-luap gembira seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah yang diinginkannya… Ataukah, biasa saja?  Berusaha kita pendam, tutup rapat-rapat, agar tiada orang lain yang tau?  Mungkin karena kita ragu dengan perasaan cinta itu, atau karena tau tidak dapat kita raih, atau justru karena cinta itu terlarang!?

Ya.  Cinta yang terlarang dapat menimbulkan dosa. Lambat laun, cinta yang seperti ini dapat membuat kita menjadi dua sisi yang bertolak belakang. Cinta yang satu adalah realita, yang wajib kita pertahankan dalam keadaan senang maupun sedih, yang selalu merenggut diri kita dan melebur dalam pengorbanan tanpa syarat.  Cinta ini harus terwujud karena alasan manusia sebagai insan sosial, karena umur dan waktu, karena kejelasan status.  Cinta yang lainnya adalah fantasi. Mungkin cinta yang diidamkan namun tidak pernah terwujud, mungkin cinta yang selalu ditunggu hadirnya, mungkin cinta yang bersifat sesaat, sebentar saja.  Yang menyebabkan kita berharap waktu terulang kembali, menyesali cinta, dan berharap akan keajaiban tentang cinta. Seperti di negeri dongeng, di dimensi alam dan waktu yang lain. Seperti orang dengan dua kepribadian.

Dulu harapanku, cinta yang lainnya ini akan lenyap ketika menemui realita pernikahan!  Tapi ternyata tidak begitu adanya.  Dia bisa tiba-tiba datang kembali, bermunculan di depan mukaku, menari-nari di dalam benakku, menghancurkan semua rencana waktuku, bahkan memporak-porandakan seluruh isi hatiku..!!  Bisakah aku melanjutkan perjalanan hidupku dengan dua cinta ini? Haruskah aku meninggalkan salah satunya dan membunuh perasaanku sendiri? Bagaimana aku menata hati ini kembali? Bagaimana aku memperbaikinya jika suatu waktu nanti semua berbalik meninggalkanku di saat yang bersamaan? Bisakah mereka yang aku cintai memaafkan aku dan mau mengerti isi hatiku dan seluruh hidupku?

Berat, jika harus menentukan sikapku saat ini.  Egois, jika aku ingin mewujudkan semuanya.  Namun aku tidak bisa meninggalkan semua ini…  Jangan kasihani aku, aku tidak dalam keadaan sedih. Jangan salahkan rasa, namun maafkan aku karena dosa ini..!

Rabu, 23 Januari 2013

catatan pagi tadi...




Waktu kembali berputar… menghampiri hidup yang terus berlanjut…  Pagi ini cuaca cerah, udara pun segar.  Rutinitas pagi pun terlaksana, sampai ketika ada celoteh kecil terdengar merintih…  “Maammmiiii…!”   Tepat setelah masakan matang, sarapan tersedia, bekal sekolah si kecil selesai disiapkan.  Aktivitas terhenti sementara, diri terfokus pada sumber suara yang memanggil.  Jeanne, malaikat kecilku!  Sudah hari ketiga dia batuk.  Kemaren malah tidak bersekolah karena kondisi tubuh yang melemah…  Kasihan.  Pikirku, aaah…, selagi mentari pagi bersahabat, sangat sehat untuk menghujani tubuh mungilnya dengan pancaran sinar hangat yang tumpah ke bumi pertiwi ini…  Dengan lantunan doa dalam hati, semoga anakku cepat sembuh yaa…  Akhirnya, ku gendong dia ke depan rumah, untuk menikmati hangatnya sapaan sang mentari pagi.  Terima kasih, Tuhan…  Berkatmu yang hangat pagi ini, semoga dapat segera memulihkan kesehatan anakku…
Seperti tidak mau lepas dari pelukan, Jeanne nyaman sekali dengan gendongan ini.  Bobot tubuhnya yang semakin berat, seiring dengan umur dan tumbuh kembangnya, membuatku tidak dapat terlalu lama memanjakannya.  Entah apa yang terlintas dalam benak gadis kecil cantik ini, sambil menghujani wajahku dengan kecupan bertubi-tubi, dia seperti mencurahkan perasaannya…
 

Mami…, aku sukaaa sekali sama Mami…  Aku sayaaaang sama mami.  Aku kepengen mami di rumah terus nemenin aku, papi aja yang kerja, mami main sama aku…  Mami kan sahabat aku…
Speechless sejenak…  Mencoba memahami pikiran dan perasaannya…  Sampai-sampai awalnya tidak sangka, kalau ternyata suami mendokumentasikan momen saya dan si kecil pagi ini.  Terucap doa dalam hati, puji syukur atas anugerah cinta Tuhan kepada keluarga kami melalui buah hati kami ini.  Terima kasih untuk pagi cerah nan indah ini…  Semoga Tuhan selalu melindungi keluarga kecil kami.  Amin.




Jumat, 23 November 2012

hati yang lain...


SMS hari ini :

(me) Sibuk ngga?

(ss) Not really, just bad day!

(me) Butuh telingaku untuk mendengar ceritamu?

(ss) I’d love to, Darl… But I need time for myself first.  I’m not feel well either, my ‘ex’ is married today…


My God!  Engga sampai hati tau ini…  Tiba-tiba ikutan sedih banget, sakit hati.  Mungkin karena rasa sayang gw ke dia yang engga pernah hilang — yaah, walaupun timbul-tenggelam, :p — gw selalu aja punya feeling untuk spontan hubungi dia.  Dan emang, setiap tiba-tiba gw kontak, pasti adaaaa ajaaa ceritanya, masalahnya…  Pernah seketika gw telepon, dia bilang kok gw tau aja kalo lagi dipikirin!  Lain waktu pernah juga, gw whatsApp dia, gw tanya apakah dia baik-baik aja?  Beneran, taunya dia lagi sakit!  What a thing…!  Kali ini gw sms.., dan itulah masalahnya…

Sesuai dengan pintanya, gw engga langsung telepon dia saat itu juga.  Sekitaran malam jam 7 gw baru telepon dia.  Yaah, paling engga untuk tau dia baik-baik aja, udah sampai di rumah apa belum…  Ternyata, he back home yet!  Lagi bener-bener gundah, engga pengen pulang ke rumah, tapi engga tau mau kemana!?  Dia bilang sakit hati, jengkel, berasa pengen teriaaakk..!!  Dan dengan cepat cerita bergulir dari mulutnya…  Detail kejadian 2 hari belakangan ini dia curhatin ke gw…  Perasaan campur aduk yang menderanya pun dia tumpahkan saat itu.  Wooh… Gw pengen ada disampingnya, engga cuma lewat telepon doang kaya gini…  Aahhh, pengen meluk dia jadinya!

Buat gw, dia engga cuma teman doang… Tapi menurut gw engga tepat kalo gw bilang sahabat, apalagi pacar…  Apa ya!?  Yang jelas gw dulu pernah suka dia — dreamed that he become my man –, teman-teman pun beranggapan kita punya hubungan yang special karena kedekatan kita, but it happened long years ago!  Ternyata, dia sudah beristri dan beranak satu pula!  Kenyataan itu mengharuskan aku perlahan-lahan mundur teratur, kembali membuang perasaan yang terlanjur muncul di hati.  Itu awal 2006, sebelum bertemu dengan pendamping hidup saat ini.  Engga tau kenapa, setiap gw udah tidak mikirin dan berhasil melupakannya, pasti ketemu dia!  Pernah lagi nongkrong di Tebet… eeeh, ada yang manggil gw… Ternyata dia!  Akhirnya kita ngobrol sebentar…  Pernah juga pas gw lagi nyebrang jalan di Saharjo, ada motor lewat yang tiba-tiba berhenti deket gw, otomatis gw cuekin, gw jalan terus, laah engga tau siapa!?  Engga lama tuh orang manggil-manggil, setelah dia buka helm baru deh gw tau siapa…  Then, nyempetin beberapa menit untuk ngobrol di pinggir jalan…   Sampai pada ketika handphone gw hilang, nomor kontak pun raib termasuk dia juga.  Engga gw cari tau lagi dari temen-temen nomor telepon dia, pikir gw, biarin aja deh, biar gw juga engga tergoda untuk telepon dia, hahaha…  Taunya, dia malah telepon gw!!  Dia pas lagi ada kerjaan deket kantor gw, dia telepon ngajak makan siang bareng…  Sepertinya ruang dan waktu enggan untuk mengijinkan gw ngelupain dia!

Dalam hubungan kita ini, lebih banyak dia yang cerita masalahnya ke gw… Masalah kerjaan, keuangan, relasi teman dsb., bahkan masalah keluarganya!  Awal-awalnya sih cerita yang terakhir (keluarga) cuma yang positif-positif aja, atau masalah anak.  Sampai suatu waktu gw pernah nembak dia, pas gw punya feeling dia lagi ada masalah di rumah!  Gw berasa ada yang engga beres aja ama hidupnya…  Bener aja!  Istrinya minta cerai!!  Oh, no..!  Akhirnya dia cerai ama istrinya 18 Agustus 2011.  Hadooh… Kasian juga, padahal anaknya udah 2, lengkap cowo-cewe.  Gila ya dunia, laki-laki mana yang engga ‘down’ ditinggal istrinya begitu?  Terlebih lagi, hari ini mantan istrinya itu nikah lagi.  Baru aja tahun lalu resmi cerai…  Oooh, kasiannya duda keren yang satu ini!  Hehehe…

Seperti saat ini,
ketika laramu tiba
Tulus hati ingin di dekatmu,
merengkuhmu dalam pelukan
Namun tiada mumpuni,
karena jarak yang berbeda
Membuat jiwa menangis semu,
tanpa daya penuh impian…

Yaaah..., mungkin gw sayang, gw cinta, tapi waktu ini bukan untukmu…  Perhatian dan perasaan gw terhadapmu tidak boleh lebih banyak daripada ke suami dan anak gw saat ini,  kalo gw meninggalkan mereka, sama aja dong gw kaya mantan istrimu itu?  Maafkan gw yaa…  Masa ini tidak berpihak untuk kita, kalo aja status dudamu itu melekat sebelum gw mengikrarkan janji suci sehidup-semati dengannya, mungkin gw tulus untukmu!  Remember, love doesn’t need to be perfect, it just needs to be true…  I never forget you anymore!





Jumat, 19 Oktober 2012

Dua Sisi


Cara berpikir kita, cara menilai dan menyelesaikan masalah, sudut pandang, prioritas kepentingan, dan banyak hal lainnya..., pasti berbeda dengan orang lain.  Apa pun itu!  Setiap manusia memang dilahirkan ke dunia ini untuk menjadi pribadi yang unik, tidak ada duanya, biar kata kembar identik sekalipun..!  Mungkin tidak banyak yang setuju dengan perilaku kita, tidak sependapat dengan prinsip hidup kita, tapi itu bukanlah menjadi hal yang harus diperdebatkan... Mulailah dengan menghargai orang lain, hal lain, tanpa kita kehilangan jati diri kita sendiri, tanpa harus menjadi manusia yang munafik...!  Menjadi diri kita sendiri, itu lebih baik...  Semoga orang lain pun sanggup menerima dan menghargai kita apa adanya diri kita...


Kepala atau Ekor...

Hitam atau Putih...

Depan atau Belakang...

Atas atau Bawah...

Kanan atau Kiri...

Baik atau Buruk...

Suka atau Duka...

Cinta atau Benci...

Hidup atau Mati...

Tertawa atau Menangis...

Ambil atau Tinggalkan!


Jumat, 12 Oktober 2012

J E N N A


Tiba-tiba saja, ibu ingin menulis tentangmu, Nak…  Gadis kecilku yang menakjubkan!  Teringat akan lahirmu… Paras yang mungil, tubuh yang lengkap sempurna, kulit yang halus, binar mata yang indah… Semua membuat ibu menangis terharu pada yang Illahi Sang Pencipta.  Tiada yang mampu menandingi rasa kasih ini, tiada yang sanggup menghalangi curahan rasa cinta ibu kepadamu…
Meninggalkanmu di pagi hari terasa berat, namun berjumpa kembali denganmu di malam hari sangatlah menggembirakan!  Hampir setiap kali kamu sambut ibumu ini dengan sorak-sorai dan celotehan ceriamu, terkadang diiringi dengan loncatan-loncatan kecil tanda bahagia atas kedatangan ibu… Sejenak terlupa akan lelah perjalanan dari kantor ke rumah yang baru saja ibu tempuh. Terlebih ketika kita bercengkerama sebelum tidur malammu…, banyak yang terlontar dari bibir mungilmu, cerita bagaimana harimu di sekolah, cerita tentang teman-temanmu yang lucu, bahkan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa hebat yang memaksa ibu untuk berpikir lebih bagaimana jawaban yang pantas kamu terima dan mengerti..!  Unpredictable questions!  Amazing girl!
Satu hal yang paling ibu rindukan setiap malam, terutama jika ibu sangat letih sementara insomnia menyerang… Mencium aroma khas dari tengkukmu, Nak!  (baca ‘tengkuk’ : belakang leher)  Sedari kamu bayi, ibu senang tidur di dekatmu, memeluk tubuh kecilmu dari belakang, mencium aroma tubuhmu yang khas itu…  Sekejap saja merasakannya, dalam hitungan menit pun ibu pasti terlelap… :)   Kamulah doping ibu, Nak!
Bertumbuh-kembanglah, Nak… Sehat jasmani dan rohani, akal budi dan pikiranmu… Mandiri dan bertanggung jawab atas kehidupanmu sendiri.  Menjadi pribadi yang membanggakan!  Ibu akan selalu mengiringi hari-harimu dengan doa yang indah, supaya tawa ceria selalu menghiasi molek rupamu…  Ibu selalu menyayangimu, Anakku..!

*******


Jeanne WU
-15072008-

Jumat, 05 Oktober 2012

D . I . A



tidak bisa ku lepaskan semua rasa ini. semua ada bercampur aduk. seneng, iya! tapi, sedih juga?? tidak sanggup untuk mengatakannya lagi, kalau yang tumbuh tidak sekedar suka... yang jelas sangat menyesakkan dada! gimana enggak, sepertinya pikiran selalu melayang tertuju kepadanya... bangun tidur ingat, sepanjang hari juga, apalagi malam mau tidur... tak kuasa menampik semua rasa yang datang!

seperti pecinta muda yang akan bertemu kekasihnya, dengan wajah berseri-seri, penuh dengan cahaya dan senyuman... terlebih ketika bercengkerama... tatapan matanya yang menggetar hati, suaranya yang membuat rindu, sentuhannya yang menyejukkan rasa... semua itu membuat diri melayang, tidak sadar harus memijak bumi. aku tahu ini terlarang, tapi sungguh.., aku ingin dia menginginkanku!

kepada siapa aku harus mengakui semua ini? berapa lama lagi aku harus memendamnya? ini seperti bom waktu, yang setiap saat bisa meledak... berhamburan, lebur berantakan... jangan, jangan! aku tidak menginginkan hal itu... aku tidak ingin menyakiti siapa pun... aku tidak tahu harus apa, sementara impian yang bermunculan bertubi-tubi semakin menggila, tak tertahankan...

kata orang, hidup hanya sekali... walaupun aku tidak ingin menyesali semua yang telah lalu, tapi sepertinya aku ingin lari dari kenyataan saat ini... aku takut untuk menerima apa yang terjadi di kemudian hari, tapi aku ingin semua mimpi gilaku itu terwujud... aku menginginkannya atau tidak? tidak tahu, aku bimbang... tidak ada suatu tanda apapun, jalan yang harus ku tempuh. aku hanya diam, tapi aku sangat tersiksa... "waktu"... akankah kau menjawabku?

maafkan aku... aku hanya seorang wanita biasa, yang jauh dari sempurna. maafkan apabila yang ku inginkan adalah bahagia, namun membuatmu menderita... aku ingin terus hidup, sampai aku tahu bahwa aku tidak mampu lagi untuk bermimpi indah! kuatkan aku...


Rabu, 07 Maret 2012

siap pindah?


semakin dekat dengan tanggal yang direncanakan... udah ga mikir macam-macam lagi deh... pasrah aja! udah niat dan direncanakan begitu, siap-ga siap harus terlaksana... dari bekasi beranjak menjauh, pindah domisili ke depok... huaaaaaa... jauh nian dari biasanya... kali ini aku bener-bener menjauh dari bapak-ibu, alias kakek-neneknya jeanne... 
aku dulu pernah jauh selama 3 tahun di ambarawa, tapi pasti pulang ke rumah karena hanya mengenyam pendidikan smu berasrama... kemudian 4 tahun wajib asrama di stp pasar minggu, tapi ga kerasa jauh karena bisa bolak-balik ke rumah tiap minggu... terus lagi, pernah tinggal kurang lebih 1,5 tahun ama eyang putri di kodam jatiwaringin, nemenin eyang putri yang udah sendiri... ini sampai nikah! kalo sekarang belum nikah, masi ama eyang putri kaleee yaaa!? hehehe... nah, setelah nikah tinggal di pengadegan selatan, kontrak selama 2 tahun... kemudian, 3 tahun yang terakhir ini malah kontrak di dekat rumah 'emak-babe'... cuma jarak 3 rumah doang... senangnyaah!
rasanya sempet kepikiran dan berharap (serta tercetus bilang ke suami pula!), pindah-pindah rumah (kontrak) paling banyak 2 kali aja aaah... selain capek kan ribet juga! nah, pindah yang ke-3nya udah rumah sendiri... kesampean deh tuh!! tapinya tapi itu dia... pindahnya ga tanggung-tanggung nun jauh di sanaaaaaaaah... bbrrrrrr! yaah, nasib. mana jarak ke kantor juga tambah jauh 8-10 km lagi... bakalan tambah capek di jalan setiap harinya nih... terima kasih Tuhan, untuk perjalanan hidup selanjutnya yang akan ku tempuh ini! perjuangan lagi...
iiih..., emang sih, kalo dipikir-pikir sedih juga ya jauh dari bapak-ibu... apalagi jeanne ya!? sehari-harinya ama nenek-kakeknya, sejak jeanne umur 3 bulanan... yah sampe sekarang ini, jeanne mau ke 4 tahun umurnya. pindah ke depok kan bulan ini (maret 2012), sementara jeanne dititipkan dulu ke nenek-kakeknya sampai kira-kira bulan juni/juli... kan jeanne udah play group, paling engga kan diselesaikan per tahun akademik 2012 ini... nanti bulan juli 2012 jeanne baru ikut ke depok... sekolah TK di depok, tepatnya di mardi yuana! ini semua administrasi udah beres looh, tinggal dijalani aja... jadi mau-ga mau ya jeanne bulan juli udah tinggal di depok... ga kebayang nanti prosesnya gimana, perubahan suasana dan harus adaptasi dengan sekitarnya... kasian anak kecil! terpaksa jauh dari biasanya ama neneknya, kakeknya, juga adiknya, si vanya!  Tuhan bimbing kami ya... terutama jeanne yang masih kecil ini, supaya dia bisa menerima keadaannya yang baru... juga bimbing aku ibunya untuk senantiasa sabar menghadapi si kecilku menyesuaikan diri dan tidak memaksanya...

God, help us ya! 


Senin, 14 Juni 2010

sajak cinta satu :

with my heart, my soul,
and let it be my pilot .....
poetry by me, for someone special
sent via e-mail on Saturday, September 16th, 2006; 06:56 PM


Dear,

Aku ga peduli untuk setiap prasangka yang kamu lontarkan,
entah itu salah atau benar adanya,
yang pernah atau tidak sama sekali dibantah,
biar hati dan nuranimu yang memilih.

Tapi aku berusaha jujur dengan perasaanku sendiri,
melakukan yang aku inginkan,
tanpa pernah berpikir sebelumnya,
apakah hatimu menerimanya atau tidak.

Biar ku coba telusuri hati ini,
apa yang benar-benar dirasakannya,
apa yang sangat diimpikannya,
apa yang selalu didambanya.

Biar jiwa mengerti jawabnya,
mengapa harus memberi senyuman,
di setiap hembusan nafas yang terasa berat,
di sela-sela perih yang menyiksa.

Keyakinanku semua pasti berhenti,
apabila waktu telah memintanya,
dimana aku harus dapat bertahan,
untuk melanjutkan langkah jalan yang tersisa.

Entah apa yang terbawa bersamanya,
apakah bahagia atau kecewa,
apakah tawa riang atau tangisan,
aku janji untuk selalu kuat menerimanya.

Cinta memang hadir sendiri tanpa terduga,
akal sehat pun dikalahkannya,
walaupun suatu saat nanti,
dia bisa saja sekejap meninggalkanmu.

Namun semua pasti akan terganti,
seiring dengan terbitnya matahari,
tanda hati siap dengan suasana baru,
yang tidak pernah lelah menuntunmu.....


Dear,
jangan khawatir ya, kamu bukan tameng ataupun pelarian aku kok
jangan pernah bicara seperti itu lagi, aku gak suka, bener-bener gak suka
karena aku gak pernah berpikiran sampai ke sana
sepertinya aku sudah tau harus berbuat apa
walaupun ternyata itu salah, tapi aku akan tetap mencobanya
terima kasih untuk waktunya, seminggu yang menyenangkan
terima kasih sudah mencoba untuk mengenal dan mengerti aku
bahwa setiap pribadi lebih berharga daripada seluruh dunia
merupakan penghargaan yang tak ternilai hebatnya
pesanku, belajar berkata 'TIDAK' itu perlu
karena suatu saat kamu harus berani melakukannya
senang bisa mengenal kamu...

dari : Gadis kecilmu...

Sabtu, 03 Oktober 2009

Secret Admirer

*** waktu itu....***

Di suatu sudut kota Yogyakarta,
Ngadinegaran MJ III / 68...
Apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini?  Mengapa semua menjadi tanda tanya besar dalam hati ini... Bagaikan sebuah teka-teki yang entah kapan dapat terjawab...  Sebuah harapan untuk masa depan, impian, ataukah hanya sekedar ilusi saja?  Sepertinya jika suatu saat nanti aku kembali ke kota ini, hanya sosok dirinyalah yang muncul dalam ingatan dan kembali menggetarkan hati.  Tapi, mengapa DIA ??!

Kamis Putih, 1 April 1999...
Misa di Gereja Hati Kudus Yesus, Pugeran.  Di tengah-tengah misa, bayangan dirinya tiba-tiba melintas begitu saja.  Menari-nari di dalam benakku... merasuk kalbuku... mencuri setiap detik waktuku...  Gundah diri ini dibuatnya, seakan-akan memaksaku untuk mengkhayalkan dirinya, merajut cerita indah yang mungkin hanya impian belaka..!  Siapa yang akan mempercayai semua hal ini?  Sepertinya tidak ada...  Tidak seorang pun percaya, apalagi mengerti kegalauan ini...  Mungkin yang terjadi hanya melemparkan senyuman picik, menertawakan pribadi yang penuh ilusi, memandang sebelah mata pribadi yang sarat dengan impian, bagaikan pungguk yang merindukan bulan...
Semakin aku memikirkannya, semakin aku tidak mengerti semua...  Mengapa harus DIA yang terlukis dalam khayal ini?  Sulit untuk diterima akal dan pikiran, namun sungguh mati aku menginginkannya..!!  Harapanku, semoga bayang-bayang dan ilusi inilah yang menjadi kenyataan dalam hidupku di masa yang akan datang...  Realita hidup yang penuh warna yang sangat dinantikan...  Tuhan, apakah memang akan menjadi seperti impian ini hidupku nantinya...  Apakah Engkau merencanakan hal yang sama dengan impianku ini?

Jumat Agung, 2 April 1999...
DIA hadir kembali menghiasi relung hati ini, namun sampai kapankah bayangannya akan selalu datang menghampiri sukmaku?  Bukan hanya di dalam hati saja, tapi juga di setiap hentakan langkah kakiku...  Aku menginginkannya, sungguh..!  Haruskah aku tetap menantimu sampai kapan pun itu?  Haruskah hadirmu mengalahkan cinta-cintaku yang lain?  Akankah mimpi ini akan terwujud menjadi nyata?  Aku sangat pesimis.  Memang aku mengenalnya, dia juga begitu... Namun, hanya sebatas nama..!  Hampir tidak pernah kita saling melontarkan kata, tidak pernah sekalipun kita berjalan bersama, mungkin tidak akan pernah kita bergandengan tangan...  Jadi sangatlah mustahil diriku dan dirinya akan bersatu dalam ikatan CINTA.


*** saat ini...***

Ya, ternyata hal itu tidak bisa dipungkiri... Itu hanya sekedar ILUSI belaka. Impian yang tidak pernah tercapai, karena memang tidak ada jalan untuk menuju ke sana, tidak ada kekuatan untuk membangunnya, tidak ada hasrat yang kuat untuk sepenuh hati meraihmu.  Memang bukan kamu. Saat ini sudah melalui beberapa cinta setelahmu, mungkin beberapa hati yang terluka juga... Yang telah menyisakan kenangan yang manis sekaligus pahit menggores hati...

Ku ingat, hanya lewat telepon dan sms untuk mengucapkan "Selamat Ulang Tahun", selama beberapa kali. Hanya itu alasan yang tepat agar aku bisa menghubungimu, artinya hanya setahun sekali aku menghubungimu... Namun sekarang tidak lagi perasaan yang mengiringi ketika aku kembali mengucapkannya untukmu, hanya sekedar kata-kata ucapan saja. Dan perasaan cinta itu tidak akan ku ingat, agar hidupku dan hidupmu terus berlanjut dengan semestinya, sesuai jalannya.  Yang ku ingat hanyalah bahwa aku pernah Bermimpi Cinta Tentangmu...

**HQS**

Minggu, 13 September 2009

Kebijaksanaan tentang Cinta

Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.  Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wahai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!  Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?  Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan.  Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. (Pengkhotbah 4:9-12)

Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. (1 Petrus 4:8)

Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada ditengah-tengah mereka. (Matius 18:20)

Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.  Nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap, tetapi kasih tidak berkesudahan. (1 Korintus 13:7-8)



Dari kamu ke aku
dari aku ke kamu
terbentanglah jembatan
Kita melangkah maju di atasnya
kita percaya bahwa jembatan ini
akan menopang kita.
(Walter Helmut Fritz)

Supaya aku tidak bergantung kepadamu,
maka aku datang sangat dekat padamu.
(Hans-Kurt Flemming)

Engkau bertanggung jawab
seumur hidupmu
atas buah cintamu.
(A. de Saint-Exupery)

Cinta adalah satu-satunya kunci
yang dapat membuka setiap hati.
(Otto Betz)

Cinta tidak mengenal umur,
ia senantiasa lahir.
(Blaise Pascal)

Siapa yang mencintai seseorang,
selalu menaruh harapan padanya.
(Gabriel Marcel)

Mencintai seseorang berarti
sehati dan sejiwa dengannya sampai tua.
(A. Camus)

Pengalaman mengajarkan bahwa cinta
bukan berarti saling memandang,
tetapi berjalan ke arah yang sama.
(A. de Saint-Exupery)

Walaupun pria dan wanita tidur di atas bantal yang sama,
namun mereka mempunyai mimpi yang berbeda.
(Pepatah Mongolia)

Sinting menaruh kepercayaan pada seseorang,
tetapi lebih sinting lagi bila tidak percaya
kepada seorang pun.
(Pepatah Skotlandia)

"Di bawah Naungan Sayap-Mu"