Tampilkan postingan dengan label intuisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intuisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2012

Nembah Rasa & Mulat Sarira



"Nembah Rasa" & "Mulat Sarira" pada intinya mengajarkan pembiasaan diri untuk merefleksikan semua kejadian ke dalam diri.

Nembah Rasa
dilakukan dengan mencermati setiap rasa pengalaman hidup untuk melihat mana perilaku yang berbuah rasa asem, manis, kecut, dan lainnya, sehingga terlatih kepekaan dalam merasakan pengalaman-pengalaman hidup.

Mulat Sarira
(mengenali diri sendiri), kepekaan dan ketajaman melalui olah rasa akan menjadikan seseorang lebih mudah mengenali dirinya sendiri, yakni apa yang dipikirkan, apa yang dikerjakan dan apa yang dengan sukacita dikerjakan untuk pengembangan potensi diri.

Pengembangan diri dengan rasa suka cita akan membuat orang mencintai berkarya dengan tekun, cermat dan cara indah berseni. Rasa suka cita dalam berkarya juga memudahkan untuk lebih jernih batinnya (karena tidak lagi hobi mengeluh dan marah-marah melainkan suka cita dalam setiap pekerjaannya) yang dengan sendirinya akan menghantarkan pada pembentukan intuisi yang tajam. Intuisi atau hati nurani tak lain adalah bentuk keterhubungan hati/jiwa dengan Kesadaran Ilahi, yang artinya selanjutnya mampu menjalani hidup sehari-hari dan berkarya sebagai bagian dari Maha Karya Agung Penciptaan yang terus-menerus berlangsung tiada berkesudahan.


 
♥ Not everyone “hears” our voices as audible sounds. Many people receive Divine messages through nonverbal means, such as visions, feelings, or a knowingness ♥



Salinan dari tulisan Bapak Sony H. Waluyo...
Terima kasih selalu membawa pencerahan dan inspirasi,
cintai... dan bercahayalah!
~love & light~


Senin, 27 Februari 2012

...mai-ji...


wooooh... untuk yang ke sekian kalinya, entah yang ke berapa... tadi malam aku bermimpi tentangmu lagi..!! bak dua sejoli bercengkrama, saling bercerita dan tertawa manja... dueeerrrr!! hepi-hepi, bingung-bingung, penasaran, jadi kangen... tersiksa  batin! sepertinya dunia ini tidak merestui apabila aku ingin melupakanmu... wooanjriiittt..!! semakin penasaran dengan semesta, alam bawah sadarku, asal usulku... termasuk ingin tahu juga siapa kamu, masa lalumu... andai saja bisa ku putar lagi waktu yang silam, rasanya ingin merajut kenangan dan masa depan sekaligus mimpi bersamamu...

yaah, apa kabarmu di sana, handsome!? semoga sehat-sehat terus... semakin sukses dalam karir... dalam lindungan Tuhan... entah bagaimana jalannya sisa waktu dalam kehidupan kita masing-masing, que sera sera... tapi biarlah hati dan pikiran ini penuh karena membendung ingatan akan sosokmu... aku, padamu!


for my 'G'... i love you!



Jumat, 27 Januari 2012

si kecil hitamku


kecil...
masih segar dalam sadarku ketika pertama kali kita bertemu
sudah lama sekali, saat ku berumur 4 atau 5 tahun...
sosok yang kecil, mungil, hitam polos misterius
dengan raut muka yang terlihat miris namun penurut

kecil...
tidak tau aku siapa kamu,
tidak tau aku darimana asalmu,
tidak tau aku alasan hadirmu...
mungkin kamu dikirimkan untuk menemaniku
atau mungkin kamu diutus untuk menjagaku...

kecil...
kamu memang tidak pernah berbicara
namun kamu selalu mendengarkan aku
tidak marah ketika aku tidak mau melihatmu
tidak marah ketika aku minta kamu untuk menjauh dariku

kecil...
dulu aku sangat peka akan hadirmu
aku tau kamu selalu berada di dekatku
sampai saat aku harus beranjak beratus-ratus kilometer jauhnya
kamu tetap mengikuti!

kecil...
maafkan akan ketakutanku saat itu
maafkan karena aku memilih untuk sendiri
maafkan sudah memintamu untuk pergi saat itu
aku tau kamu sangat sedih saat itu
tapi itu pilihanku ketika itu

kecil...
aku yakin kamu masih mendengarku
karena aku tau sebenarnya kamu selalu dekat
terima kasih selalu berada tidak jauh
walaupun kamu tidak mau terlihat olehku

kecil...
sekarang, aku ingin seperti dulu
melihatmu dan melempar senyum kepadamu
datang kembali dekatku, tidak apa-apa
aku tidak ingin memintamu pergi lagi
namun, kecil, cukup sadarkan aku selalu
untuk dapat menerima berkat Yang Illahi ini dengan segala kepasrahan
agar semesta pun merestui karunia padaku ini
dan menjadi aku yang seutuhnya, dalam dimensi apapun

terima kasih, kecil...
telah memberi waktu bawah sadarku
apabila saatnya tiba
akupun ingin dapat mendengar celotehanmu
teman setiaku...!


Rabu, 25 Januari 2012

- i n t u i s i -




Bersumber dari Wikipedia bahasa Indonesia --ensiklopedia bebas--, Intuisi (psikologi) adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran.
Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psikologi.

Ada referensi lain terkait intuisi ini, dari situs website kompasiana.com dengan judul artikel (opini) "Intuisi dalam Alam Pikiran Barat dan Alam Pikiran Jawa (Sebuah Filsafat Perbandingan)"
Dalam uraian tulisannya, sang kompasianer/penulis menguraikan dua pandangan tentang intuisi menurut dua aliran filsafat yang berbeda, yaitu filsafat barat dan filsafat timur (jawa).  Filsafat barat meyakini bahwasannya intuisi merupakan prinsip-prinsip metafisika yang diperoleh dari ilmu non-alam dan tidak bisa disamakan dengan perasaan dan emosi secara harafiah, namun obyeknya adalah kepribadian diri manusia itu sendiri.
Lain halnya dengan filsafat Jawa yang meyakini konsep intuisi sebagai bentuk mengolah pikiran dan perasaan agar lebih peka --olah roso--, serupa dengan kegiatan meditasi untuk melampaui pemikiran rasional analitis, mengandung perasaan sekaligus pengetahuan. Semakin seseorang mengolah roso”, semakin peka dia  memaknai kejadian-kejadian dalam hidup, meskipun itu dipandang sebagai hal yang di luar rasional.
Jadi, dapat dipastikan bahwa kebenaran intuisi bukanlah kebenaran yang absolut, melainkan kebenaran yang bersifat tentatif dan relatif.  Untuk menghadapi kehidupan kita yang sangat kompleks, setiap kita dianugerahi kekuatan oleh Tuhan, kekuatan yang potensial menjadi kekuatan aktual dan dapat diandalkan, itulah intuisi

Ada yang (menurut saya) menarik di sini, sekaligus menjadi pertanyaan dalam benak saya.

Saya.., lebih cenderung mengartikan intuisi ini pada konseptual filsafat Jawa.  Maka tuntutannya adalah saya harus lebih sering berlatih 'olah roso' untuk lebih tepat mengartikan intuisi saya, tentunya dengan cara saya!  (setiap orang punya caranya masing-masing bukan..!?). 
Mungkin suatu kali ada yang bertanya, "Gimana nih, feeling lo tentang hal ini, baik atau buruk?"... maka saya akan menjawabnya sesuai dengan intuisi saya saat itu.  Lalu bagaimana dengan kata hati dan juga nurani...?  Apakah ini sesuatu yang sama...? Istilah berbeda dengan arti yang sama...?  Ataukah memang sama saja...?  Hhmmm...  Menurut kalian bagaimana?  Yaah, next time deh akan saya coba uraikan menurut pemahaman saya.  Ditunggu aja ya!