Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

kata - kata


Pembelajaran dari Bapak Henky Kuntarto :
Kata-kata memiliki kekuatan, dan kekuasaan untuk mengatur energi atau arah yang kita pilih dalam hidup kita. Jika kita selalu mengatakan hal-hal baik dan positif, maka hal-hal baik dan (pengalaman) positif yang akan terjadi pada kita. Kata-kata positif memberi kita kesempatan untuk mengalami kehidupan dari sudut pandang positif atau optimis. Sebaliknya, di sisi lain, jika ucapan-ucapan kita berasal dari sisi negatif dan mengatakan hal-hal negatif, maka hal-hal negatif itulah yang akan terjadi pada kita atau kita akan melihat kehidupan sebagai satu masalah besar atau suatu kekecewaan.
Ya!  Kok gw setuju sekali dengan statement tersebut ya... Lebih dari 8 tahun yang lalu gw mulai bener-bener menyadari bahwa "kata-kata" itu memang bisa menjadi doa yang mujarab, senjata yang ampuh!  Kejadian serta pengalaman hidup apa yang jadi tonggak kesadaran ini (milestone), gw lupa... Tapi sejak saat itu, gw mulai membawa setiap kesadaran, pikiran dan doa dalam setiap perkataan yang diucapkan. Mulai berhati-hati dalam berkata-kata. Sekuat hati dan tenaga berusaha selalu mengeluarkan kata-kata yang positif dan menahan kata-kata negatif keluar dari mulut dan terucap.
Jadi sejak itu prinsip gw, "Kata-kata adalah Doa".  Jangankan terlontar dalam ucapan, masih dalam hati dan pikiran aja sudah merupakan doa, sudah bisa mengubah arah energi dan situasi yang terjadi, apalagi jika sudah diucapkan..!?  Pasti lebih dashyat efeknya, karena ada orang lain (dan malaikat) yang mendengar... Energi dari mereka turut mendukung perwujudan setiap kata-kata kita, tanpa disadari sekalipun.  Masih ingetkan salah satu jargon ini, "Mulutmu, harimaumu..!!".
Baik ataupun buruk kata-kata yang terucap, positif atau negatif pikiran dan hati bicara... Hati-hati! Semua dapat terwujud entah seketika saat itu juga, ataupun beberapa waktu kemudian. Hal ini menjadi sangat berarti, ketika kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingat bagaimana respon kita saat sedang jengkel dengan bawahan atau orang suruhan... "Gimana sih, kerja begini aja gak becus, bego banget deh!"  Atau ketika sedang di jalanan ada orang menabrak kita, "Tolol! Mata lo buta ya!? Pake otaknya kalo jalan dong, jangan main asal seruduk aja..!!"  Nah loooh...!? Hiiiyyyy... Sumpah serapah itu menakutkan!  Yang tidak bersangkutan aja gak enak rasa hatinya kalau mendengar hal ini, apalagi dia yang harus menerima kata-kata ini...  Sedih. So, jangan lagi yaa... Semua bisa berubah hanya dengan berkata-kata...
Semoga kita yang dianugerahi akal budi, pikiran dan hati yang baik, senantiasa berkata-kata yang baik pula. Dengan begitu kita memiliki dan berbagi energi yang positif, yang baik... Tuhan memberkati setiap usaha kita.


Rabu, 31 Oktober 2012

Nembah Rasa & Mulat Sarira



"Nembah Rasa" & "Mulat Sarira" pada intinya mengajarkan pembiasaan diri untuk merefleksikan semua kejadian ke dalam diri.

Nembah Rasa
dilakukan dengan mencermati setiap rasa pengalaman hidup untuk melihat mana perilaku yang berbuah rasa asem, manis, kecut, dan lainnya, sehingga terlatih kepekaan dalam merasakan pengalaman-pengalaman hidup.

Mulat Sarira
(mengenali diri sendiri), kepekaan dan ketajaman melalui olah rasa akan menjadikan seseorang lebih mudah mengenali dirinya sendiri, yakni apa yang dipikirkan, apa yang dikerjakan dan apa yang dengan sukacita dikerjakan untuk pengembangan potensi diri.

Pengembangan diri dengan rasa suka cita akan membuat orang mencintai berkarya dengan tekun, cermat dan cara indah berseni. Rasa suka cita dalam berkarya juga memudahkan untuk lebih jernih batinnya (karena tidak lagi hobi mengeluh dan marah-marah melainkan suka cita dalam setiap pekerjaannya) yang dengan sendirinya akan menghantarkan pada pembentukan intuisi yang tajam. Intuisi atau hati nurani tak lain adalah bentuk keterhubungan hati/jiwa dengan Kesadaran Ilahi, yang artinya selanjutnya mampu menjalani hidup sehari-hari dan berkarya sebagai bagian dari Maha Karya Agung Penciptaan yang terus-menerus berlangsung tiada berkesudahan.


 
♥ Not everyone “hears” our voices as audible sounds. Many people receive Divine messages through nonverbal means, such as visions, feelings, or a knowingness ♥



Salinan dari tulisan Bapak Sony H. Waluyo...
Terima kasih selalu membawa pencerahan dan inspirasi,
cintai... dan bercahayalah!
~love & light~


Kamis, 26 Januari 2012

Gembok Cinta


Bagi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, pasti sudah pernah mengunjungi tempat ini... Tempat yang ramai pengunjungnya, baik tua, muda, kakek-nenek, anak-anak, dsb.  Memang lokasinya di tepi laut, wilayah Jakarta Utara, dan diperuntukkan sebagai tempat rekreasi... Pada tauuu kaaan?  Iya, betul, Ancol!

Pada suatu kesempatan yang silam, saya dan keluarga berwisata ke sana.  Niatnya cuma jalan-jalan pagi dan ngajak si kecil bermain pasir (dan air) di pantai.  Ketika menyusuri jalan mengikuti arus orang yang juga lalu lalang menikmati udara pagi di pantai ini, tibalah kami di salah satu jembatannya.  Kalo engga salah ada yang menyebutnya 'Le Bridge" deh... Eeh, tunggu dulu, apa itu nama restaurant yang ada di situ ya!? Lupa... 

"Le Bridge"


Nah, yang mau saya ceritakan di sini, saya tiba salah satu sisi jembatan yang disebut dengan Dermaga Hati. Tertulis pada kayu besar berbentuk hati, dermaga hati.  Di tempat ini ada rantai panjang yang diletakkan di pagar jembatan. Pada rantai tersebut tergantung banyak gembok-gembok berbagai macam ukuran. Setelah dilihat lebih teliti kawanan gembok tersebut, ternyata ada nama pasangan-pasangan tertulis pada masing-masing gemboknya.  Ada tulisan pada salah satu papannya, yang kurang lebih isinya begini : apabila ada pasangan (saling mencintai/pacaran) menuliskan nama mereka pada gembok yang mereka bawa, kemudian gembok dipasang (keadaan terkunci) pada rantai yang tersedia dan kuncinya dibuang ke laut, maka niscaya hubungan mereka akan berlangsung selamanya...!  Waaaahh, mitos nih!  Pinter aja ya orang (dalam) Ancol membuat mitos begini.  Pasti sasarannya emang orang yang lagi kasmaran/pacaran gitu deh... Yang lagi dimabuk kepayang oleh cinta dan akal sehat menghilang...  :)

Terserah deh kalian mau percaya apa engga, kalo saya engga!  Hehehe... Toh, dermaga itu baru ada beberapa tahun belakangan ini kan, bukan suatu hal yang legendaris apalagi dibuktikan kebenarannya.  Mungkin itu cuma salah satu trik bagaimana menarik pengunjung ke sana aja...  Salut ama yang pinter bikin-bikin mitos kaya begini!  Kalo di facebook, saya kasih jempol deh!  

Akhirnya, saya dan suami hanya berfoto saja di sana, setelah mencoba menghitung berapa banyak gembok yang tergantung di rantai dermaga hati (waktu itu jumlah gemboknya sudah melebihi angka 100, tepatnya malah lupa).  Kurang kerjaan banget ya?  Hahahaha...  :))


~ Gembok Cinta di Dermaga Hati ~



Selasa, 24 Januari 2012

Lompatan si Jenna


Di suatu hari...

Pertama, biasa saja...
Kedua, mulai bergaya... 

Ketiga, woouww, mantabb...!!




Di hari lainnya...

Bengong dulu...

















Mulai menghitung, satu..., dua...

 
Tigaaaa!  Yeaayyy...!



















Jenna memang senang melompat...!

Jenna bersama saudara/i-nya... Tosca, Jessica, Nindy dan Dylon (Natal 2011)


All pictures taken by :
Om Jatu -->  http://www.facebook.com/jatusantoso

Tengkyu ya, Om..!!


Jumat, 20 Januari 2012

My Deja Vu

Status facebook-ku, Selasa, 17 Januari 2012 :

Deja vu vs. Jamais vu!

Di luar logika, orang lain gak bakal percaya kalo gw ceritain.

Yang ada ntar malah gw yang dibilang orang gila... Wuuaaahhh..!!
Pokoknya, I love Him so much aja deh..! ^_^'v



M buat status itu karena malam sebelumnya M mimpiin si Mr. G!! Di mimpi M, M+G seperti yang lagi kasmaran satu sama lain, kemana-mana maunya berduaaaaa... aja. Terus, jalan-jalan hangout rame-rame ama temen-temennya G, M digandeeeeng terus ama si G. Kaya ga boleh lepas/jauh-jauh. G sempet ngasi M coretan-coretan tulisannya di kertas, yang secara tersirat ngasi tau kalo selama ini G meratiin M, sayang M dan ga mau jauh dari M!  M sontak terkaget-kaget senang, karena selama ini yang M tau tuh si G cuek banget terhadap M, walaupun berkali-kali M nunjukin bahwa M interest dan care ama G. Ternyata, gayung bersambut, G punya perasaan yang sama ke M. Ga disangka!  Astaganagaaaa, hepppiiiii...!!!!  -- jadi cerita mimpinya sih!? -- 

Iya. Memang berkali-kali M mimpi tentang Mr. G ini... Dari dulu, sampai sekarang masih! Ga tau apa sebab-musababnya. G ini adik kelas M ketika sekolah menengah pertama. M memang suka dia, perhatian, tapi tidak ada perlakuan/kejadian/peristiwa yang sangat spesial dengan dia. Dulu M tidak berpikir untuk agresif 'nembak' G dan pacaran dengannya. M tidak berani melakukan hal itu, karena M ga tau apakah G punya perasaan yang sama dengan M... Kan malu kalo ternyata G ga mau ama M, hehehe... Apalagi M kakak kelasnya, nanti bisa dibilang ga tau diri lagi, ada kakak kelas cewe nguber-nguber adik kelasnya! Huuuaaaa...!!  Tapi, salut juga ama diri sendiri, (dulu) bisa menyimpan perasaan sayang sedemikiannya...
Nah, padahal terakhir ketemu G itu sekitar 12-13 tahun yang lalu... Jaraaaanggg sekali telpon-telponan, setahun sekali juga engga! Tapi, hati emang ga bisa dibohongi, kalo selalu terpaku dan inget dia.  Feeling M, M tuh dekeeeet banget ama G. M sampai berintuisi kalo jiwa M dan G itu pernah kenal dan sangat deket di kehidupan sebelumnya. Seperti seorang ibu yang telah lama kehilangan anaknya, kemudian dipertemukan kembali setelah anaknya ini manjadi dewasa!  Wheeewwww...  Atau, atau, di kehidupan yang sebelumnya, M dan G adalah sepasang kekasih kali ya... Hahahaha., ge-er abisssss...!!

Pernah ada yang bilang ke M, begini, "Aaaahhh..., itu mah karena kasih tak sampai aja, jadi kamu kepikiran melulu!"   It's so naive, I think! Masa sih...?  Aku engga melulu mikirin dia kok. Yang ada dia selalu hadir dalam mimpiku. Mimpi kan dateng sendiri... engga direncanain. Gimana tuh?
Terus lagi, ada yang nanya, "Itu cinta pertama kamu ya? Kata orang, kalo cinta pertama kan susah dilupakan!"  Huuuaaaa....? Kayanya G itu cowo ke sekian yang aku suka deh. Believe or not, aku inget kok cowok yang pertama aku suka, AHT, waktu kelas 4 SD!  Hahahaha... Berikutnya naksir EML, lanjut HPS, tetangga jaman rekiplik ATB, temen mudika WP, terus dua kali naksir kakak kelas inisial H dan CTG, baru deh si Mr. G!! Jadi, G itu cowok yang ke berapa yang M taksir/suka tuh!?  Itu M cuma suka/naksir doang looh... Ga ada yang pacaran-pacaran, ama G juga ga pacaran kan... :(
Yang bikin senewen, suami malah bilang, "Coba itu temennya ditelpon, say hai..., sehat-sehat apa engga? Siapa tau dia meninggal, jadi arwahnya nyamperin kamu!"  Eeehhhh, busyeeeet...! Kasian amat.

Jadi, ini semua apa?  Aku ga tau jawabnya, waktu pun mungkin tidak bisa menjawabnya. Semesta yang tau, Tuhan yang kuasa... Entah jiwa ini dalam raga siapa sebelumnya, entah seperti apa kehidupan sebelumnya... Aku hanya bisa menjalaninya semua saat ini. Saat ini, realita! Semoga dia baik-baik saja di sana, dengan realita kehidupannya sendiri...