Kamis, 24 Januari 2013

Jenna ku...

Senyummu, Nak... Membuat ibu bahagia. Hidup sempurna dengan hadirmu, yang selalu memenuhi relung hatiku, yang selalu menyita detik ini hanya ingin disampingmu kapan pun itu. Tetaplah menjadi malaikat kecilku selalu... Gadis kecil yang sangat ku cintai...

-Jeanne Widosari Usodo-

Rabu, 23 Januari 2013

catatan pagi tadi...




Waktu kembali berputar… menghampiri hidup yang terus berlanjut…  Pagi ini cuaca cerah, udara pun segar.  Rutinitas pagi pun terlaksana, sampai ketika ada celoteh kecil terdengar merintih…  “Maammmiiii…!”   Tepat setelah masakan matang, sarapan tersedia, bekal sekolah si kecil selesai disiapkan.  Aktivitas terhenti sementara, diri terfokus pada sumber suara yang memanggil.  Jeanne, malaikat kecilku!  Sudah hari ketiga dia batuk.  Kemaren malah tidak bersekolah karena kondisi tubuh yang melemah…  Kasihan.  Pikirku, aaah…, selagi mentari pagi bersahabat, sangat sehat untuk menghujani tubuh mungilnya dengan pancaran sinar hangat yang tumpah ke bumi pertiwi ini…  Dengan lantunan doa dalam hati, semoga anakku cepat sembuh yaa…  Akhirnya, ku gendong dia ke depan rumah, untuk menikmati hangatnya sapaan sang mentari pagi.  Terima kasih, Tuhan…  Berkatmu yang hangat pagi ini, semoga dapat segera memulihkan kesehatan anakku…
Seperti tidak mau lepas dari pelukan, Jeanne nyaman sekali dengan gendongan ini.  Bobot tubuhnya yang semakin berat, seiring dengan umur dan tumbuh kembangnya, membuatku tidak dapat terlalu lama memanjakannya.  Entah apa yang terlintas dalam benak gadis kecil cantik ini, sambil menghujani wajahku dengan kecupan bertubi-tubi, dia seperti mencurahkan perasaannya…
 

Mami…, aku sukaaa sekali sama Mami…  Aku sayaaaang sama mami.  Aku kepengen mami di rumah terus nemenin aku, papi aja yang kerja, mami main sama aku…  Mami kan sahabat aku…
Speechless sejenak…  Mencoba memahami pikiran dan perasaannya…  Sampai-sampai awalnya tidak sangka, kalau ternyata suami mendokumentasikan momen saya dan si kecil pagi ini.  Terucap doa dalam hati, puji syukur atas anugerah cinta Tuhan kepada keluarga kami melalui buah hati kami ini.  Terima kasih untuk pagi cerah nan indah ini…  Semoga Tuhan selalu melindungi keluarga kecil kami.  Amin.




Selasa, 22 Januari 2013

Bubble 'LOVE' Soap


Hari ini Jeanne engga masuk sekolah, batuk, badannya agak panas.  Dari malam tidurnya mulai rewel, eeeh..., keterusan sampe paginya!  Cengeng-cengeng manja gitu deh...  Maunya nempel aja ama mami, gendongaaaannnn aja.  Duuh, Jeanne.., kamu kan semakin berat nih!  Tapi akhirnya hari ini mami memutuskan untuk engga berangkat ke kantor, demi si buah hati... Ceileee.. !

Selesai makan pagi, mandi, rencananya mau ke RSIA Hermina Depok.  Karena hujan semakin deras, engga jadi deh tuh periksa ke dokternya...  Ya udah deh, Jeanne main-main di rumah aja ama mami.  Sorenya, bangun tidur kebetulan hujan udah berhenti, mungkin karena bosan sepanjang hari mainnya di dalam rumah, akhirnya Jeanne minta main di luar.  Celingak-celinguk sebentar, tiba-tiba Jeanne bilang ke mami minta main bubble soap!  Jeanne sih bilangnya gelembung-gelembung udara sabun, hehehe...  Iya deh, tapi jangan lama-lama yaa...  Di luar udaranya lembab, dingin abis hujan, kan lagi batuk juga...  Tapi ya begitu deh..., namanya anak kecil, biar sakit juga tetep ceria kalo main!

Happy for you, my Jeanne... my lovely daughter..!  May God always bless you!




pose dulu, sebelum 'launching' bubble soap...



kejaaaarrr....!!



ditangkepin satu-satu...


dapat lagi!



tinggal yang kecil-kecil nih...


udah abis deh..!




Senin, 21 Januari 2013

DOA IMAN dan PERSEMBAHAN HATI


**dahulu**

Dengan segala persiapan, ketiga orang bijaksana itu menempuh perjalanan yang jauh demi pencarian yang mereka rindukan.  Mereka siap mempersembahkan harta benda miliknya kepada Anak yang dirindukan, yakni emas, kemenyan dan mur.  Mereka adalah Gaspar, Balthazar dan Melchior.

**kini**

Persembahan apa yang dapat kita persembahkan bagi Anak itu, Anak yang juga senantiasa kita rindukan, Anak yang seharusnya selalu menjadi panutan kita, Anak yang juga Bapa dan Putera dan Roh Kudus...  Jawabnya adalah Hati, persembahan yang paling berharga yang dapat kita berikan.  Semoga iman kita yang walaupun sulit menjadi besar sebesar biji sesawi, namun semakin diberkati dan dapat menjadi berkat bagi sesama kita...



DOA  TAHUN  IMAN  2013
Keuskupan Agung Jakarta

Ya Allah Tritunggal Maha Kudus,
Bapa, Putera dan Roh Kudus,
kami umat-Mu bersyukur atas karunia iman
yang membawa kami pada keselamatan.

Semoga setiap kali merayakan Ekaristi,
iman kami semakin diteguhkan.
Semoga iman kami mendorong kami
untuk mewujudkan persaudaraan dengan sesama
dan melayani dengan tulus dan rendah hati.

Semoga kami tekun mendalami iman
dan makin meyakini Tuhan Yesus Kristus
sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup kami.

Bunda Maria, bunda kami semua,
doakanlah kami agar kami makin setia pada Puteramu
dan makin berbakti kepada masyarakat dan bangsa.

Demi Kristus, Tuhan kami.  Amin.


note :
Pastoralia Hari Raya Penampakan Tuhan
Paroki Keluarga Kudus Ps. Minggu / 6 Januari 2013

Senin, 17 Desember 2012

m e d i t a s i


Meditasi memiliki berbagai peran sekaligus fungsi dalam spiritualitas, dapat menjadi sarana untuk menelaah kembali apa yang telah kita alami ataupun sarana untuk menggali pencerahan-pencerahan dan pembaharuan apa yang sekiranya akan kita alami, baik yang direncanakan ataupun tidak.

Pertama, meditasi dapat mengantarkan diri memasuki keheningan batin.  Dimana dalam keadaan batin yang hening ini, kita senantiasa mampu membaca kembali rasa pengalaman hidup kita, yang selanjutnya membawa kita untuk instropeksi diri.  Apabila dengan jujur dan segala kerendahan hati kita mampu melihat diri kita sendiri, dapat dipastikan kita mampu memaknai setiap pengalaman hidup yang datang.

Kedua, melalui meditasi ini kita mampu untuk memproyeksikan pengalaman ke depan apa yang ingin dijalani.  Secara logika, pengalaman-pengalaman hidup yang telah lalu terekam dalam memori kita, ada kejadian berulang atau repetisi, ingatan tentang rasa ketika mengalami kejadian tersebut, serta efek berkelanjutan (sebab-akibat) dari pengalaman-pengalaman tersebut.  Hal-hal ini seperti terulang cepat dalam ingatan dan membuat kesimpulannya masing-masing, apakah kita akan mengulangi kejadian yang sama lagi atau tidak beserta pertimbangan segala resikonya.  Dari sinilah, kita akan mampu memproyeksikan ataupun memprediksikan pengalaman ke depan yang akan terjadi bahkan pengalaman yang ingin kita jalani sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

Dan pamungkasnya, niat-niat positif untuk menjalani hidup dalam damai dan dalam cinta selalu menjadi cara paling baik dan aman untuk menikmati kebahagiaan dalam perjalanan kehidupan  spiritual abadi kita.




Take a moment today and purposefully connect with  your Higher Self.  It is the part of you that is always connected with Source.  It is filled with love, compassion and wisdom.  It holds no judgement or fear.  It is you in your purest from of light.
~ Laurel Bleadon-Maffei ~

Inspirasi : Bapak Sony H. Waluyo 


Jumat, 23 November 2012

hati yang lain...


SMS hari ini :

(me) Sibuk ngga?

(ss) Not really, just bad day!

(me) Butuh telingaku untuk mendengar ceritamu?

(ss) I’d love to, Darl… But I need time for myself first.  I’m not feel well either, my ‘ex’ is married today…


My God!  Engga sampai hati tau ini…  Tiba-tiba ikutan sedih banget, sakit hati.  Mungkin karena rasa sayang gw ke dia yang engga pernah hilang — yaah, walaupun timbul-tenggelam, :p — gw selalu aja punya feeling untuk spontan hubungi dia.  Dan emang, setiap tiba-tiba gw kontak, pasti adaaaa ajaaa ceritanya, masalahnya…  Pernah seketika gw telepon, dia bilang kok gw tau aja kalo lagi dipikirin!  Lain waktu pernah juga, gw whatsApp dia, gw tanya apakah dia baik-baik aja?  Beneran, taunya dia lagi sakit!  What a thing…!  Kali ini gw sms.., dan itulah masalahnya…

Sesuai dengan pintanya, gw engga langsung telepon dia saat itu juga.  Sekitaran malam jam 7 gw baru telepon dia.  Yaah, paling engga untuk tau dia baik-baik aja, udah sampai di rumah apa belum…  Ternyata, he back home yet!  Lagi bener-bener gundah, engga pengen pulang ke rumah, tapi engga tau mau kemana!?  Dia bilang sakit hati, jengkel, berasa pengen teriaaakk..!!  Dan dengan cepat cerita bergulir dari mulutnya…  Detail kejadian 2 hari belakangan ini dia curhatin ke gw…  Perasaan campur aduk yang menderanya pun dia tumpahkan saat itu.  Wooh… Gw pengen ada disampingnya, engga cuma lewat telepon doang kaya gini…  Aahhh, pengen meluk dia jadinya!

Buat gw, dia engga cuma teman doang… Tapi menurut gw engga tepat kalo gw bilang sahabat, apalagi pacar…  Apa ya!?  Yang jelas gw dulu pernah suka dia — dreamed that he become my man –, teman-teman pun beranggapan kita punya hubungan yang special karena kedekatan kita, but it happened long years ago!  Ternyata, dia sudah beristri dan beranak satu pula!  Kenyataan itu mengharuskan aku perlahan-lahan mundur teratur, kembali membuang perasaan yang terlanjur muncul di hati.  Itu awal 2006, sebelum bertemu dengan pendamping hidup saat ini.  Engga tau kenapa, setiap gw udah tidak mikirin dan berhasil melupakannya, pasti ketemu dia!  Pernah lagi nongkrong di Tebet… eeeh, ada yang manggil gw… Ternyata dia!  Akhirnya kita ngobrol sebentar…  Pernah juga pas gw lagi nyebrang jalan di Saharjo, ada motor lewat yang tiba-tiba berhenti deket gw, otomatis gw cuekin, gw jalan terus, laah engga tau siapa!?  Engga lama tuh orang manggil-manggil, setelah dia buka helm baru deh gw tau siapa…  Then, nyempetin beberapa menit untuk ngobrol di pinggir jalan…   Sampai pada ketika handphone gw hilang, nomor kontak pun raib termasuk dia juga.  Engga gw cari tau lagi dari temen-temen nomor telepon dia, pikir gw, biarin aja deh, biar gw juga engga tergoda untuk telepon dia, hahaha…  Taunya, dia malah telepon gw!!  Dia pas lagi ada kerjaan deket kantor gw, dia telepon ngajak makan siang bareng…  Sepertinya ruang dan waktu enggan untuk mengijinkan gw ngelupain dia!

Dalam hubungan kita ini, lebih banyak dia yang cerita masalahnya ke gw… Masalah kerjaan, keuangan, relasi teman dsb., bahkan masalah keluarganya!  Awal-awalnya sih cerita yang terakhir (keluarga) cuma yang positif-positif aja, atau masalah anak.  Sampai suatu waktu gw pernah nembak dia, pas gw punya feeling dia lagi ada masalah di rumah!  Gw berasa ada yang engga beres aja ama hidupnya…  Bener aja!  Istrinya minta cerai!!  Oh, no..!  Akhirnya dia cerai ama istrinya 18 Agustus 2011.  Hadooh… Kasian juga, padahal anaknya udah 2, lengkap cowo-cewe.  Gila ya dunia, laki-laki mana yang engga ‘down’ ditinggal istrinya begitu?  Terlebih lagi, hari ini mantan istrinya itu nikah lagi.  Baru aja tahun lalu resmi cerai…  Oooh, kasiannya duda keren yang satu ini!  Hehehe…

Seperti saat ini,
ketika laramu tiba
Tulus hati ingin di dekatmu,
merengkuhmu dalam pelukan
Namun tiada mumpuni,
karena jarak yang berbeda
Membuat jiwa menangis semu,
tanpa daya penuh impian…

Yaaah..., mungkin gw sayang, gw cinta, tapi waktu ini bukan untukmu…  Perhatian dan perasaan gw terhadapmu tidak boleh lebih banyak daripada ke suami dan anak gw saat ini,  kalo gw meninggalkan mereka, sama aja dong gw kaya mantan istrimu itu?  Maafkan gw yaa…  Masa ini tidak berpihak untuk kita, kalo aja status dudamu itu melekat sebelum gw mengikrarkan janji suci sehidup-semati dengannya, mungkin gw tulus untukmu!  Remember, love doesn’t need to be perfect, it just needs to be true…  I never forget you anymore!





Sabtu, 17 November 2012

T . M . I . I


Hari ketiga liburan… Ke Taman Mini Indonesia Indah..!

Kenapa ke taman mini?  Yaa, bukan lain lagi karena buah hati tercinta laaah…  Dia punya passion lainnya, yakni naik balon udara!


Setiap perjalanan dari rumah di Cilodong-Depok menuju rumah kakek-nenek di Pekayon-Bekasi, kita lewat tol JORR.  Otomatis pasti kita ngelewatin taman mini.  Pertama-tamanya sih pura-pura engga lihat apa-apa kalo lewat situ, sampe akhirnya Jeanne yang nunjuk-nunjuk sendiri…
“Papi, Mami…, kayanya aku lihat sesuatu deh di situ!?”
“Dimana?  Emang ada apaan sih?”
“Itu tuh, Mi..!!  Di sana tuh!  Masa Mami engga lihat yang bulat besar itu!?”
“Emang itu apaan sih?  Mami engga tau deh…”
“Itu balon udara, Miii…”
“Oooh…”
“Iya, Mi…  Aku mau dong, Mi.  Aku mau naik balon udara!”
“Iya, kapan-kapan ya, Jeanne…”
“Bener ya, Mi…”
“He-eh…”

Begitulah…  Percakapan yang pasti terjadi setiap kita lewat taman mini dari tol JORR…  Dan itu berulang, berkali-kali!!  Engga tau kenapa, si kecil ini selalu antusias dengan hal-hal yang berbau ketinggian kaya gini.  Dari gondola/skylift di ancol atau taman mini, perosotan yang tinggi, bianglala/giant wheel, termasuk balon udara ini…  Biasanya sih lihat balon udara di tivi aja, film kartun anak-anak.  Pernah sekali waktu, developer perumahan Grand Depok City (GDC) bikin event ada balon udaranya gitu…  Tapi cuma bisa lihat doang engga naik, karena cuma buat
menarik minat konsumentrik marketing developer gitu..!  Kasihan lihat ekspresi Jeanne saat itu…  Berharap kepengeeeennn banget naik tuh balon!  Dan, jadilah hari ini kita nurutin kepengenan Jeanne yang udah lama itu…

Berangkat agak pagian, sengaja supaya sampe ke taman mini sebelum jam 9, karena kita mengincar HTM balon udara 50%!  Iya, for info…  Jadi untuk bisa naik balon udara, mesti bayar Rp. 120.000,- (dewasa) dan Rp. 80.000,- (anak-anak/di bawah 12 tahun), tapi kalo kita beli tiketnya sebelum jam 9 pagi, hanya bayar separuhnya aja…  Lumayan banget kan!?  Lokasi balon udara ini terletak di area Taman Bunga Keong Emas.

Ticketing first...!
We're in the giant balloon!


Lanjut dari situ, kita ke Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga.  Mungkin dulunya lebih dikenal dengan sebutan Taman Akurium Air Tawar (TAAT) dan Museum Serangga.  Sebelumnya Jeanne sudah pernah mengunjunginya, sewaktu acara study tour dengan Play Group Harapan Mulia.  Ada spot-spot lokasi dan beberapa binatang yang Jeanne ingat.  Pas keluar dari TAAT, kita sempet beli kura-kura di sana.  2 ekor yang agak besar, kira-kira umurnya 3 minggu, dan 1 ekor yang lebih kecil (umur 1 minggu).  Di museum serangga, nyempetin ke Taman Kupu-kupu.  Kebetulan pas kupu-kupunya cuma sedikit, masih pada jadi ulet atau kepompong kali yaaa…?

Setelah makan siang, Jeanne minta naik gondola (dugaanku bener kaan..!? pasti dia minta juga deh!).  Berhubung menurutku gondola di taman mini agak serem (ringkih, barang lama, engga pernah kayanya peremajaan gitu…), aku nolak untuk naik.  Sebagai gantinya, naik kereta monorail aja.  Akhirnya Jeanne mau juga, setelah dibujuk-bujuk agak lama… Hehehe…  Btw, kereta monorail di TMII ini namanya Jawa banget deh… ‘Titihan Samirono‘.  Artinya apa yaa..?

wiiih... ikan apa nih!?
jembatan di TAAT
Capungnya banyak, Miii...
say cheese...!

Titihan Samirono

That’s it for today!
Seneng juga ngelihat anak seneng…  Thanks God!

Rupiah hari ini :
  • HTM TMII (gerbang utama), 3 orang @Rp. 9.000,- (Jeanne engga dihitung) + mobil = Rp. 37.000,-
  • HTM Taman Bunga Keong Emas (area balon udara), 3 orang @Rp. 5.000,- = Rp. 15.000,-
  • Tiket Balon Udara, 50% x 3 orang dewasa x Rp. 120.000,- = Rp. 180.000,-  plus 50% x 1 orang anak-anak x Rp. 80.000,- = Rp. 40.000,-  Total harga tiket Rp. 220.000,-
  • HTM Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga, 4 orang x Rp. 15.000,- = Rp. 60.000,-
  • 3 ekor kura-kura dengan kotaknya = Rp. 100.000,-
  • Tiket Titihan Samirono/kereta monorail, 4 orang x Rp. 15.000,- = Rp. 60.000,-
Total pengeluaran di TMII (tanpa makan yaaa…) jadi Rp. 492.000,-


Tiket-tiket :